Festival Ketoprak Skanida (FKS) Menerima Penghargaan Innovative Goverment Award (IGA)

 

Beberapa SMK di Jawa Timur menerima penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2026 tingkat Provinsi, yang diserahkan oleh Dinas Pendidikan Jatim sebagai apresiasi atas inovasi pendidikan yang berdampak nyata. Penghargaan ini menyoroti komitmen sekolah dalam menciptakan terobosan. Salah satu sekolah yang meraih penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2026 tingkat Provinsi tersebut adalah SMKN 2 Ngawi dalam karya Festival Ketoprak Skanida (FKS). SMKN 2 Ngawi melalui Festival Ketoprak Skanida (FKS) telah berhasil meraih penghargaan dalam kategori ” Inovasi Terintegrasi Untuk Revitalisasi Seni dan Pengembangan Karakter Murid Berjiwa Pancasila” dalam ajang bergengsi tingkat provinsi Jawa Timur tersebut.

Inovasi pembelajaran ini mengadopsi konsep festival budaya bernama Festival Kethoprak Skanida Jilid VI dilaksanakan selama tujuh hari tujuh malam secara berturut-turut. Festival ini menampilkan tujuh lakon kethoprak yang merupakan hasil kolaborasi antara dua kelas XI dalam setiap pementasannya. Kolaborasi ini tidak hanya memperkaya proses pembelajaran seni tradisional secara kontekstual, tetapi juga mendorong kerja sama lintas kelas yang memperkuat nilai gotong royong dan komunikasi efektif antar peserta didik. Setiap lakon menjadi wujud nyata penerapan nilai Profil Pelajar Pancasila, khususnya pada aspek bernalar kritis dan kreatif, serta sikap kolaboratif.

Dalam inovasi ini meliputi pengenalan dan pendalaman seni kethoprak yang mencakup sejarah seni tradisional tersebut, teknik pementasan, serta musik pengiring gamelan yang menjadi ciri khas. Selain aspek teknis, siswa juga dibekali dengan pemahaman nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila yang ingin ditanamkan melalui kegiatan ini, seperti sikap gotong royong, kreatifitas, keberagaman, dan rasa tanggung jawab sosial. Selain itu, aspek keterampilan abad 21 seperti kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, berpikir kritis, dan memanfaatkan teknologi juga dikembangkan agar siswa tidak hanya paham budaya tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai budaya tersebut dengan perkembangan zaman. Pengembangan manajemen acara juga diajarkan agar siswa memahami proses organisasi kegiatan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi.

Melalui inovasi ini diharapkan terjadi peningkatan minat dan kecintaan siswa terhadap seni budaya kethoprak sebagai bagian dari warisan budaya daerah. Selain itu, proyek ini diharapkan mampu menguatkan karakter siswa sesuai dengan nilai Profil Pelajar Pancasila, seperti menjadi pelajar yang kreatif, mandiri, beriman, dan mampu berkolaborasi secara efektif. Festival Kethoprak Skanida juga diharapkan menjadi model inovasi pembelajaran berbasis budaya yang dapat diadopsi oleh sekolah lain, sehingga berdampak luas pada pelestarian budaya. Jejaring kerjasama antara sekolah, komunitas seni, dan pemerintah juga diharapkan semakin kokoh, membuka peluang untuk program berkelanjutan yang mendukung pendidikan dan budaya secara simultan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *